Artikel

RS Royal Surabaya meluncurkan Cluster Rawat Inap Premium Trauma Center dalam Forum Rutin Forkom SIER sebagai wujud sinergi rumah sakit dan industri. Fasilitas ini menghadirkan layanan trauma komprehensif, respons cepat, serta dukungan terintegrasi bagi pe

Sinergi Rumah Sakit dan Industri: RS Royal Surabaya Luncurkan Cluster Rawat Inap Trauma Center di Forum Rutin Forkom SIER

04 Aug 2026

SURABAYA – RS Royal Surabaya resmi meluncurkan Cluster Rawat Inap Premium Trauma Center, fasilitas rawat inap terbaru yang dirancang khusus untuk pasien trauma dan kecelakaan kerja. Peluncuran ini berlangsung dalam Pertemuan Rutin Bulanan Forum Komunikasi (Forkom) Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang digelar di Lantai 5 Gedung B RS Royal Surabaya pada tanggal 24 Juni 2026, dan dihadiri oleh jajaran Direksi serta perwakilan Human Resources Department (HRD) dari berbagai perusahaan yang beroperasi di kawasan SIER.

Fasilitas baru ini berlokasi di Gedung Royal B dan mengusung konsep One Bed Only (kelas VIP) yang didedikasikan khusus bagi pasien trauma dan kecelakaan kerja. Ruang rawat yang tenang dan steril ini dirancang untuk menekan tingkat stres pasca-trauma sekaligus mempercepat proses regenerasi fisik pasien. Layanannya terkoneksi langsung dengan manajemen korporasi, mulai dari proses pendaftaran tanpa antre hingga kehadiran Corporate Case Manager khusus yang menjadi jembatan informasi bagi pihak HRD/HSE perusahaan.

Direktur RS Royal Surabaya, dr. Deny, M.M., CPM (Asia), FISQua., menjelaskan bahwa kualitas layanan Trauma Center ini ditopang oleh budaya Continuous Learning yang diterapkan secara berkelanjutan kepada seluruh tenaga medis.

“Seluruh tim medis kami—mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat IGD—secara berkala wajib mengikuti dan memperbarui sertifikasi internasional serta pelatihan klinis terbaru, seperti ATLS, ACLS, dan manajemen kegawatdaruratan sirkulasi,” ujar dr. Deny. “Ini memastikan setiap keputusan medis di detik-detik kritis (golden hour) diambil dengan sangat cepat, presisi, dan berbasis bukti ilmiah terbaru.”

Komitmen klinis tersebut membuahkan hasil yang signifikan: sebanyak 99,6% pasien trauma akibat kecelakaan kerja berhasil pulih total dan dapat kembali bekerja secara produktif (Return to Work). Capaian ini didukung oleh kerja sama multidisiplin antara Tim Spesialis Orthopedi, Bedah Saraf, Bedah Plastik/Rekonstruksi, Urologi, serta Bedah Toraks & Kardiovaskular, bersama Tim Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, untuk meminimalkan risiko kecacatan permanen pada pekerja.

Selain aspek kuratif, dr. Deny juga memperkenalkan Safer Workshop Program sebagai inisiatif preventif yang dijalankan bersama pihak korporasi. Melalui program ini, tim medis RS Royal Surabaya turun langsung ke area operasional perusahaan untuk memberikan edukasi K3, termasuk pelatihan Basic Life Support, First Aid, Emergency Evacuation, dan penanganan cedera olahraga bagi tim HSE perusahaan.

Program ini juga mencakup konsultasi pemetaan risiko cedera spesifik di lingkungan pabrik, serta penyusunan SOP evakuasi darurat melalui jalur prioritas langsung menuju Gedung Trauma Center RS Royal Surabaya, dengan penjaminan penuh BPJS Ketenagakerjaan.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja, Andi Yusuf, S.H., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara dunia industri dan rumah sakit sebagai kebutuhan mutlak untuk menciptakan stabilitas, rasa aman, dan kelancaran operasional di lingkungan kerja.

Menurutnya, kolaborasi erat antara korporasi dan rumah sakit seperti RS Royal Surabaya berperan sebagai jaring pengaman bagi produktivitas perusahaan. Ketika keselamatan dan kesehatan pekerja terjamin melalui fasilitas Trauma Center yang andal, loyalitas dan ketenangan kerja akan meningkat secara signifikan. Pelatihan bersama dan kesiapan penanganan medis darurat dipandang sebagai investasi strategis untuk memitigasi risiko kerugian operasional yang lebih besar.

Vernanda Lupita Tjahyanto, B.Sc., selaku Director of Business Development RS Royal Surabaya, memaparkan rekam jejak rumah sakit yang telah menjadi mitra terpercaya masyarakat selama lebih dari 14 tahun. Berlandaskan visi menjadi rumah sakit pilihan utama yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, RS Royal Surabaya terus berkomitmen memprioritaskan aksesibilitas layanan bagi masyarakat industri.

“Posisi kami di Area Industri Rungkut adalah keuntungan strategis yang kami dedikasikan untuk memberikan aksesibilitas secepat mungkin bagi pasien umum maupun karyawan perusahaan,” ujar Vernanda.

Vernanda juga menegaskan bahwa Trauma Center RS Royal Surabaya siap siaga 24 jam penuh dalam menangani kasus kegawatdaruratan secara komprehensif, cepat, dan terpadu. Untuk memberikan kenyamanan finansial bagi pasien, sistem penjaminan kesehatan telah terintegrasi penuh melalui kerja sama dengan berbagai asuransi swasta, asuransi perusahaan, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Dedikasi RS Royal Surabaya dalam penanganan kasus trauma turut diapresiasi oleh PT Jasa Raharja Perwakilan Surabaya atas kontribusinya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit ini juga tercermin dari lebih dari 4.200 ulasan pengguna di Google, yang menjadikan RS Royal Surabaya salah satu fasilitas kesehatan dengan tingkat kepercayaan dan reputasi paling solid di Surabaya.

Peluncuran Cluster Rawat Inap Premium Trauma Center menandai transformasi RS Royal Surabaya dari institusi medis menjadi mitra strategis pertumbuhan industri. Dengan memadukan respons cepat kegawatdaruratan, kenyamanan perawatan intensif, dan integrasi penuh dengan manajemen korporasi, RS Royal Surabaya menghadirkan standar baru dalam pelayanan kesehatan kerja — memastikan pemulihan yang cepat dan efisien demi menjaga keberlanjutan operasional perusahaan, sekaligus melindungi keselamatan, kesejahteraan, dan produktivitas para pekerja di kawasan industri.

Komentar