Beranda - Direktori Artikel - Artikel
Artikel
RS Royal Surabaya Gelar Program HOPE Goes to Madura, Perkuat Layanan Penyakit Jantung Bawaan Anak
01 Oct 2026
RS Royal Surabaya Gelar Program HOPE Goes to Madura, Perkuat Layanan Penyakit Jantung Bawaan Anak
Kelainan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak masih menjadi tantangan kesehatan mendesak di Indonesia. Dengan estimasi 40.000 hingga 50.000 bayi baru lahir yang mengalami PJB setiap tahunnya, banyak kasus yang tidak terdeteksi sejak dini. Situasi ini kian kompleks akibat panjangnya antrean tindakan medis di berbagai fasilitas kesehatan utama, yang berisiko memperburuk kondisi fisik anak hingga mengancam keselamatan jiwanya.
Menjawab keprihatinan tersebut, RS Royal Surabaya menegaskan komitmen dan kepeduliannya (care) terhadap kesehatan generasi penerus melalui program HOPE (Heart Of Pediatric) Goes to Madura. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh data internal rumah sakit yang mencatat bahwa dari data 2025, hampir 50% pasien PJB yang ditangani di RS Royal Surabaya berasal dari wilayah Madura. Melalui gerakan ini, RS Royal Surabaya berupaya mendekatkan akses informasi sekaligus memperkuat sinergi dengan para dokter spesialis anak, dokter umum, dokter IGD, serta pengelola klinik, puskesmas, dan fasilitas kesehatan setempat agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat tanpa penundaan.
Aktivasi HOPE Goes to Madura dikemas dalam bentuk forum ilmiah yang diselenggarakan pada Minggu, 20 September 2026, bertempat di Dhin Aju Restaurant Suramadu, Madura. Dipandu oleh dr. Victor Pratama, MM, FISQua, acara ini dihadiri oleh jajaran dokter spesialis anak, dokter umum, dokter IGD, serta perwakilan dari berbagai klinik, puskesmas, dan fasilitas kesehatan di kawasan Madura. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk membangun sistem deteksi dini dan alur rujukan PJB yang terintegrasi, aman, dan responsif.
Guna menopang kebutuhan penanganan komprehensif tersebut, RS Royal Surabaya menghadirkan Royal Pediatric Heart Center yang didukung oleh teknologi modern dan tim medis multidisiplin. Direktur RS Royal Surabaya, dr. Deny, MM, CPM(Asia), FISQua, memaparkan bahwa keunggulan layanan jantung anak di RS Royal Surabaya berfokus pada kepastian tindakan dengan waktu tunggu yang minim (low waiting time) serta tingkat keberhasilan tindakan transkateter yang mencapai . Layanan unggulan intervensi minimal invasif (kateterisasi jantung anak) yang disediakan mencakup penanganan Prenatal & Pediatric Echocardiography, Ventricular Septal Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), hingga Patent Ductus Arteriosus (PDA). Selain mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien, layanan ini juga telah terintegrasi penuh dengan penjaminan BPJS Kesehatan, lengkap dengan opsi upgrade kelas bagi keluarga yang membutuhkan. Kolaborasi yang transparan dan mudah bersama dokter perujuk maupun jejaring faskes menjadi komitmen utama RS Royal Surabaya dalam memastikan alur rujukan berjalan mulus dari masa diagnosis hingga pemulihan.
Sinergi dan keunggulan layanan tersebut makin diperkuat melalui pemaparan materi dari para pakar kardiologi anak yang menekankan pentingnya kewaspadaan klinis sejak usia dini. DR. dr. I Ketut Alit Utamayasa, Sp.A(K), menguraikan bahwa sekitar 25% dari kasus PJB masuk dalam kategori Critical Congenital Heart Disease (CCHD) yang berisiko fatal dalam 28 hari pertama kehidupan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan lebih dari 80% kasus PJB kritis mengalami keterlambatan diagnosis. Untuk menekan angka tersebut, dr. Alit menekankan krusialnya penggunaan pulse oximetry pada bayi baru lahir guna memantau saturasi oksigen sebelum timbul gejala berat, sehingga tindakan intervensi minimal invasif awal seperti PDA Stenting maupun Balloon Atrial Septostomy dapat segera dilakukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Melengkapi pembahasan tersebut, dr. Agus Sunandar, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menjelaskan pembagian PJB ke dalam kelompok Sianotik (tampak biru) dan Asianotik (tidak biru, seperti VSD, ASD, dan PDA). Beliau mengingatkan para dokter dan tenaga medis yang hadir untuk mewaspadai tanda-tanda klinis seperti napas cepat, gagal tumbuh, infeksi saluran napas berulang, hingga ditemukannya bising jantung (murmur). Dokter di tingkat Puskesmas, Klinik, maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diimbau untuk segera merujuk pasien ke spesialis kardiologi anak apabila dijumpai defek sedang hingga besar, gejala gagal jantung, hipertensi pulmonal, atau kondisi klinis yang tidak membaik.
Melalui pelaksanaan HOPE Goes to Madura, RS Royal Surabaya terus melangkah bersama para dokter spesialis anak, dokter umum, dokter IGD, serta pengelola klinik dan puskesmas di wilayah Madura untuk memberikan penanganan jantung anak yang tepat dan terpadu, sejalan dengan semangat Every Little Heart Deserves the Best Care.